Alifuru Supamaraina

Friday, February 23, 2018

CATATAN - Kumpulan Puisi (II)


Waktuku Dalam Catatan

menatap pada waktu yang terus merambat
mengingatkan saat penghujung yang maya
dengan segala yang ada dan tiada
sebelum dan sesudah tidak pernah bisa terukur
untuk memastikannya pun hanya ilusi

sudah begitu baik tersedia dan diijinkan
dijalani dan menyaksikan dibatas mampu
bisa menggapai yang tak terkira
sebagai keindahan catatan dalam ingatan
tentang apapun siapapun diwaktu kapanpun

hidup memang mistis dalam khayal
biarlah kepasrahan merangkum segalanya
dalam cerita dari kisah yang ditulis
karena sesuatu selalu bermula dan berakhir
selamanya ada pada genggaman usia


04.48, 0062016, Cilodong-Depok







Catatan Hari

keramaian memungut begitu banyak roman
yang diramu kedunguan hiruk pikuk langgam alam
guman suasana alam
yang bisu di kedalaman misteri
dengan suasana yang terbungus
lembaran keabu-abuan
harapan menyentuh pikiran dan
bergantung begitu saja
selaksa asa digores warna warni di dinding horizon
berbagi imbang akhir dan awal menjemput masa
bagai musim menerbangkan
daun-daun layu dan tua
memunculkan pucuk baru
mengiring langkah menggiring arah
mengurai bayu kepastian dengan temaram
ada yang tertinggal karena msti dilewati
banyak yang tidak tergapai
tapi tidak harus disesali



Catatan Hari (II)

langkah waktu lanjut menapak
lorong zaman menawar bimbang
pada wajah wajah yang berharap
memahat guratan asa bertahun
untuk memaqtri simpul yang lepas

kita terbangun seperti biasa
sekarang hari ini dan besok
masih menemui siang dan malam
kadang buram dalam meramunya

apalah kita di pusaran takdir
hak tuhan menciptakan
bumi manusia
hanya memaknainya





Catatan

aku menulisnya dalam bahasa puisi
kalimat jiwa yang membebani benak selama ini
itu terjadi pada rerumputan yang mengajak diam
saat segalanya tidak lagi mampu mengantar gelorah
kita telah kembali dengan bisu
saat engkau memulai berharap lagi
aku terdiam dalam catatanmu
tak lagi ada alasan mencari makna
dalam jejak yang ditoreh di buku harian
tentang hati yang menanti untuk disentuh
sayangnya tidak dalam takdir yang sama





Catatan (II)

aku akan selalu menunggumu
seperti tahun tahun yang lalu
terjaga untuk menjaga mimpimu tidak terganggu
anggap itu baktiku buat cintamu
sebagai catatan persembahan
kebersamaan melewati tahapan masa
lelaplah untuk mengurai bebanmu
dan menidurkan lelahmu
tenggelamkan ke dalam kebaikan sekujur jiwa
yang masih belum seluruh kupahami
aku masih saja terjaga
bersama kisah dilangit khayalku
untuk mengurai warna awan
di jendela malam
sambil membagi ruang
guna rebahkan garis waktu

menyisipkan sebagian asa sebisa yang ku bisa
bukan biasa tetapi kadang perlu dijalani
untuk membanding cara
merapikan hari hari yang kusut
menata lebih santun alur tapak
berharap kembali berkabar indah
disaat kau terbangun




Catatan Waktu

saatnya mengurai, menakar lalu menghitung
semua yang dilewati, tersapu, dilangkahi
sebagian tercatat pada prasasti masa
selebihnya mungkin rapuh untuk dibentuk lagi
biarkan semua yang berlalu tak kembali
hidup tidak selalu mudah dengan kebaikan
tidak juga sulit karena kalah
serba mungkin ketika bisa digapai
kadang tersendat saat kesempatan hilang
meski dapat digenggam untuk sebagian
setidaknya itulah pencapaian yang diraih
bukan semata apa adanya tetapi dengan yang ada
adalah anugerah untuk disyukuri
tanpa melepas impian-impian sederhana
tentang ketulusan berbagi
untuk ditulis dalam ingatan
dan dipatuhi sebagai kebajikan
hidangkan walau sepotong pesan bijak
sebagai monumen
untuk jadi catatan hati dalam memori masa
karena waktu berbatas takdir pada kurun usia
maka hidup mesti dihidupkan
dengan bingkai kenangan
bersama cinta yang menabur keindahan
sejujurnya bagi kehidupan
selagi sempat memahatnya didimensi waktu

manis, pahit, getir
hanya ukuran sederhana dibatas rasa
menjalaninya sebagai tapak emas bisa juga karang terjal

adalah catatan langkah yang kadang nyata kadang ilusi
antara keinginan dan kenyataan bedanya pada impian

sejatinya hidup sebatas garis yang dilalui
tidak selalu dipastikan terkira untuk diukur
maka biarkan kehidupan bebas menata jalur
agar hidup tidak menjadi beban untuk dijalani




                                                           --------------------- foto latar ; dokumentasi pribadi




PIKIRAN - Kumpulan Puisi (I)

Pikiran  (I)

seperti butiran pasir
sebanyak itulah isi pikiran
semampu apa mengurai dan memilah
mana mesti didahulukan
ketika sampai pun belum tentu
menemui sasaran dan kepastian

- 08052015 -


Pikiran  (II)

sebanyak yang disaksikan
sedikit yang dinyatakan
disampaikan pun
hanya kurang dari separuh
seukuran genggaman pun
belum semua
bisa dijelaskan

- 09052015 -


Pikiran  (III)

mencoba fokus pada sesuatu dari beragam sesuatu
di mana harus memulai sayatan kata untuk menoreh
memilih pintu apa jendela hati hendak menebarkan elusan
menyapa ramah agar sapuan berakhir tanpa batas berhenti
selalu ada cela tetapi tidak cukup ruang untuk menyusup lebih dalam
kadang gelap mengakhiri batas pandang
di titik cahaya
betapapun sulit tetapi tetap mesti terjaga
berusaha terus merambah sejauh
tersedia kemungkinan
atau melupakan awalnya
saat sudah di akhir
lalu memulai lagi

- 10052015 -

Pikiran  (IV)

memilih malam saat bergurau dengan ketiadaan
apapun yang bergerak kadang merengkuh tolehan
ada apa gerangan yang memercikkan desah
seperti lilin yang meleleh di perapian
beradu cahaya tanpa guna
tertimbun helai helai angan
sambil memilah kelopak mana mesti digenggam
ragu mencumbuinya dengan nyaman
retakan pada bilik tidak juga membantu
seratnya sangat tidak beraturan
memilah lagi dengan cara paling manis
menakarnya hati hati agar adil dalam keseimbangan
hingga keraguan menyamai titah benak
setelah tak lagi terbantah
langkah dijejaki pelan pelan
pada retakan menemukan kembangnya
dimanapun sudut lekat dipatri
keluh tetap membayang
oleh kesempurnaan yang hanya kiasan
sekadar meneguhkan
bahwa yang melintas akan berakhir di horizon
menanti kembali permata mimpi yang lain

- 11052015 -


Pikiran  (V)

lebih dari yang nampak dengan hanya menyapa perih
dari sekian lama menakar tapak kelam
masih tak terhingga kapan akhirnya
kembali seperti daun bambu yang merenda di tepi danau
belum berakhir harapan
tetapi lelah ini amat sulit buat dikatakan dengan lembut
perjalanan harusnya selalu berakhir di batas
seperti rindu yang menemukan cintanya
tidak ada yang sia sia memulai lagi dari titik nadir
dengan kembali mencoba

- 13052015 -


Pikiran  (VI)


Saat kamu bicara tentang apa-apa yang kamu miliki
Aku berpikir kamu tidak memiliki apa yang kamu bicarakan
Kamu terus saja bicara dalam pikiran yang tidak aku pikirkan
Seakan pikiranku telah tertukar sesaat dengan pikiranmu
Menjadikanmu berpikir  telah memiliki pikiranku

Menganggap mudah dan menyatakan seakan semua itu pikiranku
Sebaliknya ketika kamu bicara  pikiranku terus meralat  isi pikiranmu
Karena aku hanya mengikuti pikiranku yang tidak mungkin kamu pikirkan
Dan kamu hanya mampu bicara saat aku tidak menyatakan pikiranku

Bersama berpikir dengan pikiran yang tidak menyatu oleh kata-katamu
Harusnya aku berhenti dari kebiasaanku mendengarkan pikiranmu
Tidak membenarkan semua bicaramu tanpa harus dipikir
Itu karena yang kamu pikirkan sudah kubaca sebelum kamu bicarakan
Pikiranku bukan bicaramu, dan bicaramu sudah kupikirkan
Tetapi aku setia mendengarkan bicaramu hingga kamu  terdiam
Sambil berharap ada kesempatan kamu pikirkan saat  aku bicara



- 02072016 -





---------------------------------------------------------Catatan ; foto latar puisi, dokumentasi pribadi

Thursday, February 22, 2018

PETITIONS ; SPLIT REJECT MALUKU PI (PARTICIPATING INTEREST) ​​MASELA PROVINCE EAST SOUTHEAST NUSA (NTT)



INDIGENOUS MALUKU – ALIFURU, REFUSE TO 10 PERCENT SHARE PARTICIPATION RIGHTS MANAGEMENT MASELA BY  EAST SOUTHEAST NUSA PROVINCE

Whereas, Gas Fields Abadi (Eternal Field / Project Liquefield Natural Gas - LNG) Masela, is Natural Resources (SDA) gas because it is actually located in the province of Maluku, and must be protected ownership of the rights. welfare of the people of Maluku.

Abadi Gas Field layout Masela (LGA Masela), and the Masela name is in the region of Southwest Maluku district, Maluku Province, which is adjacent to the territory of Australia. Masela used to name the has been discovered (discovery) has an abundance of natural gas energy resource wealth forever. Masela of the islands is 130 Km from LGA Masela.

The province of East Southeast Nusa (NTT) to the west of the island of Timor, the East, within the LGA Masela 350 Km and 380 Km from the city of Kupang, the capital of East Nusa Tenggara province. Not at all related to the presence of LGA Masela, but bounded on the west by the state of East Timor.

(Eternal Field Gas (Eternal Field); source gatra.com)


Courtesy Inpex Masela, Ltd. - Proceedings, INDONESIAN PETROLEUM ASSOCIATION Twenty-Ninth Annual Convention & Exhibition, October 2003 "The Eternal Gas Field" explain where the LGA Masela (Eternal Field), where Eternal Field is in the Masela PSC (Production Sharing Contract) Timor sea in the east and south of Timor Trough (Deep Timor Trough), the depth of the water (sea) - water depth, the upper area of ​​the continental slope of the exposure to Australia within 350 km of the island of Timor and 350 km in the northern city of Darwin, Australia.

Geologically, the Eternal Field consists of undeformed Relatively Australian continental margin that extends to the waters of Indonesia. This field is located on the east end of Sahul Platform and occupy largely tilted fault blocks bounded on the east and south by Calder-Malita grabens.

Approximately 250 km west Abadi Gas Field Sunrise-Troubadour (proved and probable recoverable reserves: 8.4 tcf; public information on the Northern Territory Government of Australia) occupies the axis of Sunrise-Troubadour High. Evans Shoal gas field (6.6 tcf; public information on the Northern Territory Government of Australia) is located approximately 150 km southwest of Eternal Sunrise-Troubadour between High and Malita Graben. The development of the Northern Bonaparte Basin is influenced by the continental rifting and separation of the west. Jurassic - early Cretaceous along the margin of northwest Australia and Sunda plates of Miocene - Present (Whittam et al 1996).

Map  Tectonic elements  of Northern Bonaparte Basin. Abadi  field  is located in the Northern Bonaparte Basin, in Sahul Platform east end of Sunrise-Troubadour High. It is bounded by the eastern fence Masela Deep, which is an extension north of Calder Graben fence. The Malita Graben located to the southwest and consists of thick sediments of the Cretaceous-Tertiary (Courtesy Inpex Masela, Ltd. - Proceedings, INDONESIAN PETROLEUM ASSOCIATION Twenty-Ninth Annual Convention & Exhibition, October 2003 "The Abadi Gas Field")


Abadi field is located in Northern Bonaparte Basin, in Sahul Platform east end of the Sunrise-Troubadour High. It is limited by Masela Deep eastern fence, the fence is an extension north of Calder Graben. The Malita Graben is located on the southwest and consists of a thick Cretaceous-Tertiary sediments.

Map location of Abadi Gas Field. Contour lines indicate  water depth  (m). Abadi gas field in the Masela PSC is located in the eastern part of the Timor Sea, eastern Indonesia, along the international border of Indonesia and Australia. Deep Timor Trough  with  a water depth of  over 1,500 m in between the  outer ridge of the Banda Arc  and Masela. Masela are in the area of  the upper slope  of the continental shelf of Australia with  a water depth of  300 m to 1,000 m.


Top reasons summary explanation of the layout of the above, the LGA Masela their lies in the Arafura Sea - marine waters of Maluku province, rather than in the Timor Sea , as submitted by the Minister in his speech in front of participants of the HMI (Islamic Student Association) Congress XXX in the auditorium of the University of Pattimura, Ambon, on Wednesday (14/2).

Masela gas reserves, amounted to 10.73 trillion cubic feet (Trillion Cubic Feet - TCF). Backup studied Lemigas a gas block with the potential for liquefied natural gas in the world, can even beat the state of natural gas resources of Qatar and is expected to be produced for more than 70 years into the future. With a reserve of it, is expected to produce up to 7.5 million tonnes of LNG per annum (mtpa) - 6,000,000 metric tons per year, and produce a condensate of about 8,400 barrels of oil equivalent (boe) per day (posi).

LGA Masela Masela or Abadi Field, is the largest natural gas-mining potential, and is one of 25 Block Oil and Gas is currently owned or contained in Maluku province. 15 Blocks which are managed by the Contractor Contract (PSC / K3S).

Since 2015 when the chaotic LGA Masela, when a tug of war in the internal policy of the Indonesian government and the contractor (Inpex Corporation - Japan, and Royal Dutch-Shell) to the LGA Masela development pattern. Maluku people are forced to engage directly and jointly fight Maluku government development options using pattern Onshore (Pipeline - Build Refinery in the Army) and not offshore (Floating). Until Wednesday (23/03/2016), President Joko Widodo (Jokowi) decided Masela exploration sites will be done on land (onshore) (Liputan6.com, Jakarta). President Joko Widodo said that the decision to administer Masela gas block is onshore or on the ground based on the spirit to benefit the local community. Jokowi said the decision was taken based on the will of the people of Maluku. Jokowi said when delivering a speech in the inauguration of the Bridge Red and White in Ambon, Maluku, on Monday (04/04/2016).

Hope Moluccas (local), unstoppable regulation of the Central Government (Pempus), through the Indonesian Government Regulation No. 35 2004 About Upstream Oil and Gas (PP 35/2004), Article 3 Paragraph 2. the area to be positioned hear, receive, follow what the Center said, decentralization and deconcentration of authority that the filtered fine, rubbish ". "The explanation of Article 95 Paragraph 2 of Regulation 35/2004). LGs are positioned only a "informant" territory.

Being against the plan of the Central Government of the Republic of Indonesia in Jakarta, as delivered by Minister of Energy and Mineral Resources Ignatius Jonan as a speaker in front of the participants of Congress HMI XXX at Pattimura University Auditorium, Ambon city, Wednesday (14/2/2018), stating that PI 10 percent Masela Block is managed by Maluku Province and East Southeast Nusa Province.


That all of us have a coalition within the Moluccan Indigenous People who have been struggling for the past and long struggle to gain participating interest (PI) or ownership in the form of local equity participation by 10 percent (Article 34, Government Regulation No. 35 of 2004 ) to the Masela Block Gas Field.

Participation rights (PI) are the full right of our People - the People of Maluku in full, through the Provincial Government of Maluku Province, which can not simply be released or shared ownership with other (Provincial), especially without the consent of the community of land rights Indigenous People of Maluku - Alifuru tribe, and do not agree to be negotiated or arranged and decided unilaterally between the Central Government and the local government of Maluku.

For that reason, we hereby expressly state that,

"WE ARE MALUKU COMMUNITY WHO JOINED IN THE MALUKU INDIGENOUS COMMUNITY COALITION - ALIFURU, FOR THE MASELA BLOCK, EXPRESSLY EXPRESSLY, WE REFUSED TO SHARE 10% PARTICIPATING INTEREST / PI. MANAGEMENT OF GAS ABADI MASELA BLOCK WITH EAST SOUTHEAST NUSA PROVINCE"

The most important reason is that the Maluku Provincial People who are still at the level IV of the poorest province in Indonesia still require huge funds for the development budget of the Maluku people welfare.

Maluku should no longer be "poor" from the ownership of the Natural Resources property of its territory, by the existence of adverse and unfair policies for the people of Maluku.

For that we give this PETISI to the parties to be known and understood.

To all components of the Moluccan Community, wherever you are, please respectfully participate in signing and disseminating this petition.

PETITION For that we submit to the parties to be known and understood.

All components of Maluku community, wherever they are kindly ask to participate and to sign this petition and spread disseminated.

PETITION created and signed together
by
Coalition of Indigenous Peoples of Maluku - Ethnic Alifuru

name;

Abraham Henry Tulalessy, Abdullah Pattiiha, Abe Manuputty, Abubakar Pattimura, Aleka Manuputty, Amani Manuputty, Andy Moniharapon, Andaria Nahumury, Angelique Moniharapon - Manuputty, Anak Leparissa, A.Pentury, Charlain Moniharapon, Christofol Unwakoly, Chris Muskita, Daniel Baaijens, Daniel Nahumury, Daniel Alexander Visser, David Ruben, Dommy Gustaf Ritawaemahu, Edwin Manuputty, Elias Kakisina, Eli Kapressy, Enselina Manuputty, Eric Seleky, Evano Sakbal, Evie Siaila, Fadlin Tehuayo, Fauzy Yamlean, Florian Tanasale, Francis Janssen - MM, Gatot P. Hallauw, Giovani de Kock, Gibrael Mustamu, Gaspar Akihary, Gillian Manuputty Djirlauw, George William Souhuwat, Gerenimo Matulessy, Glenda Pattipeilohy, Ida Kakisina, Idris Santi, Isaac Lumulisanaij, Jacky Corneille-Saptenno, Jair Matakena, J.J.Rumahlaiselan, James Noya, Jerry Satumalaij, Jimmy Roberto Saija, Joenoes Polnaija, Joiy Tatipata, Johan Teterissa, Josias Roberth Pattikawa, Kathleen Soplanit, Kim Leiwakabessy, Levi Polnaija, Margery Kainama, Marsha Stoker, Maxi Sasabone, Max Laritmas, Miguell Kaidel, Muhammad Yusuf Rukua, Mohammad Borut, Muhammad Thaha Pattiiha, Musa Haumahu, Naftali Manuhutu, Victor Metiary, Petra Latupeirissa, Raoul Matulessij, Ramon Ahuluheluw, Raoul Matulessij, Rick Salakory, Robert Maruanaija, Sadao Poort (Papilaja - Wattimena), Shanila Ramphal, Temuera Pasanea, Thara,Tuale Sopacua, Tara Zoe Hetharia, Omar Bernadus, Wemale Manuputty, Zenny Leatemia, Zeth Rumahtita.



Link PETISI ; 

https://www.change.org/p/presiden-republik-indonesia-maluku-menolak-membagi-pi-blok-masela-dengan-ntt

Wednesday, February 21, 2018

Petisi ; MALUKU MENOLAK MEMBAGI PI(PARTICIPATING INTEREST) BLOK MASELA DENGAN NTT



MASYARAKAT ADAT MALUKU - ALIFURU 
MENOLAK  UNTUK MEMBAGI HAK  PARTISIPASI 10 PERSEN PENGELOLAAN BLOK MASELA 
DENGAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Bahwa, Lapangan Gas Abadi (Abadi Field / Project Liquefield Natural Gas – LNG ) Blok Masela, adalah Sumber Daya Alam (SDA) Gas yang karena letaknya benar-benar berada dalam wilayah Provinsi Maluku, dan harus dilindungi hak kepemilikan dan hak manfaatnya bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Maluku.
Letak Lapangan Gas Abadi Blok Masela (LGA Blok Masela), dan nama Masela adalah nama salah satu pulau dari pulau-pulau terselatan dalam wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, yang berbatasan langsung dengan wilayah negara Australia. Masela dipakai untuk menamai bagian wilayah yang yang diketahui tahun 2000 telah ditemukan (discovery) memiliki kelimpahan kekayaan sumber energi gas alam abadi. Letak pulau Masela berjarak 130 Km dari LGA Blok Masela.
Sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di sebelah barat dengan pulau Timor yang paling Timur, berjarak dengan LGA Blok Masela 350 Km, dan 380 Km dari kota Kupang, ibukota provinsi NTT. Sama-sekali tidak berkaitan dengan keberadaan LGA Blok Masela, kecuali berbatas di barat dengan negara Timor Leste.

(Lapangan Gas Abadi(Abadi Field) ; sumber gatra.com )

Courtesy Inpex Masela, Ltd - PROCEEDINGS, INDONESIAN PETROLEUM ASSOCIATION Twenty-Ninth Annual Convention & Exhibition, October 2003 "The Abadi Gas Field" menjelaskan letak LGA Blok Masela (Abadi Field), dimana Abadi Field berada pada Blok Masela PSC (Production Sharing Contract) di bagian timur Laut Timor dan selatan Palung Timor(Deep Timor Trough), kedalaman air(laut) - water depth, area upper slope dari paparan kontinental Australia yang berjarak 350 km dari pulau Timor dan 350 km di utara kota Darwin Australia.
Secara geologi, Abadi Field terdiri dari relatively undeformed Australian continental margin yang memanjang hingga perairan Indonesia. Lapangan ini terletak pada ujung timur dari Sahul Platform dan menempati larged tilted fault block yang dibatasi di sebelah timur dan selatan oleh Calder-Malita Grabens.
Kurang lebih 250 km sebelah barat Abadi, Lapangan Gas Sunrise-Troubadour (proved & probable recoverable reserves: 8.4 tcf ; informasi publik dari Northern Territory Government of Australia) menempati sumbu Sunrise-Troubadour High. Lapangan Gas Evans Shoal (proved & probable recoverable reserves: 6.6 tcf ; informasi publik dari Northern Territory Government of Australia) berada kurang lebih 150 km sebelah barat daya Abadi diantara Sunrise-Troubadour High dan Malita Graben. Perkembangan dari Cekungan Northern Bonaparte dipengaruhi oleh rifting dan pemisahan kontinen pada middle Jurassic - early Cretaceous sepanjang margin sebelah barat laut Australia, dan pada akhirnya dimodifikasi oleh collision antara Indo-Australian dan Sunda plates dari Miocene - present(Whittam et al. 1996).

Peta Tectonic elements dari Cekungan Northern Bonaparte. Abadi field berada pada Cekungan Northern Bonaparte, di Sahul Platform sebelah timur akhir dari Sunrise-Troubadour High. Ini dibatasi kesebelah timur oleh Masela Deep, yang merupakan perpanjangan kesebelah utara dari Calder Graben. The Malita Graben berada disebelah barat daya dan terdiri dari sedimen tebal Cretaceous-Tertiary (Courtesy Inpex Masela, Ltd - PROCEEDINGS, INDONESIAN PETROLEUM ASSOCIATION Twenty-Ninth Annual Convention & Exhibition, October 2003 "The Abadi Gas Field")

Abadi field berada pada Cekungan Northern Bonaparte, di Sahul Platform sebelah timur akhir dari Sunrise-Troubadour High. Ini dibatasi kesebelah timur oleh Masela Deep, yang merupakan perpanjangan kesebelah utara dari Calder Graben. The Malita Graben berada disebelah barat daya dan terdiri dari sedimen tebal Cretaceous-Tertiary.


Peta lokasi dari Lapangan Gas Abadi. Garis kontur menandakan water depth (m). Lapangan gas Abadi berlokasi di Blok Masela PSC di bagian timur Laut Timor, Indonesia bagian timur, sepanjang perbatasan internasional Indonesia dan Australia. Deep Timor Trough dengan water depth lebih dari  1,500 m berada diantara outer ridge of the Banda Arc dan Blok Masela. Blok Masela berada pada area upper slope dari paparan kontinental Australia dengan water depth 300 m to 1,000 m.

 Atas alasan ringkasan penjelasan tata letak di atas, maka LGA Blok Masela adanya terletak di laut Arafura - perairan laut Provinsi Maluku, bukan di laut Timor, sebagaimana disampaikan oleh Menteri ESDM dalam ceramahnya di depan peserta Kongres HMI XXX di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (14/2).
Cadangan Gas Blok Masela, sebesar 10,73 triliun kaki kubik (Trillion Cubic Feet - TCF). Cadangan yang diteliti Lemigas ini merupakan blok migas dengan potensi gas alam cair terbesar di dunia, bahkan bisa mengalahkan sumber gas bumi negara Qatar dan diperkirakan dapat diproduksi selama lebih dari 70 tahun ke depan. Dengan cadangan sebesar itu, diperkirakan mampu menghasilkan LNG hingga 7,5 million ton per annum(mtpa) – 6.000.000 metrik ton per tahun, serta menghasilkan kondensat sekitar 8.400 barrel oil equivalent(boe) setiap harinya (posi).
LGA Blok Masela atau Abadi Field Blok Masela, adalah yang terbesar potensi pertambangan gas buminya, dan merupakan salah satu dari 25 Blok Minyak dan Gas (Migas) yang saat ini dimiliki atau terdapat di Provinsi Maluku. 15 Blok diantaranya sudah dikelola Kontraktor  Kontrak Kerja Sama(KKKS/K3S).
Sejak tahun 2015 ketika terjadi kisruh LGA Blok Masela, ketika terjadi tarik menarik kebijakan di intern pemerintah Indonesia dan pihak kontraktor (Inpex Corporation – Jepang, dan Royal-Shell Belanda) terhadap pola pengembangan LGA Blok Masela. Masyarakat Maluku terpaksa harus melibatkan diri secara langsung dan bersama Pemda Maluku memperjuangkan opsi pengembangan menggunakan pola OnShore (Pipanisasi - Bangun Kilang di Darat), bukan OffShore (Terapung). Hingga pada Rabu (23/3/2016) , Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan lokasi eksplorasi Blok Masela akan dilakukan di darat (onshore) (Liputan6.com, Jakarta). Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa keputusan untuk mengelola Blok Gas Masela secara onshore atau di darat didasarkan pada semangat untuk menguntungkan masyarakat setempat. Jokowi mengatakan, keputusan itu diambil berdasarkan atas kehendak masyarakat Maluku. kata Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Jembatan Merah Putih di Kota Ambon, Maluku, Senin (4/4/2016).
Harapan Masyarakat Maluku memang terpenuhi, akan tetapi menyatakan betapa lemahnya posisi tawar Pemerintah Daerah(Pemda) Maluku yang mewakili menyuarakan “hak” dan suara masyarakat daerah Maluku(setempat), terbendung regulasi Pemerintah Pusat(Pempus), melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2004 Tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (PP 35/2004), Pasal 3 Ayat 2. Daerah hanya diposisikan mendengar, menerima, mengikuti apa kata Pusat, desentralisasi dan dekonsentrasi kewenangan yang tersaring halus, hanya menyisahkan hak dan kewenangan “sampah”. “Konsultasi tersebut bukan untuk meminta izin dari Pemerintah Daerah” (penjelasan Pasal 95 Ayat 2 PP 35/2004). Pemda diposisikan hanya sebatas “informan” wilayah.
Bersikap terhadap rencana Pemerintah Pusat Republik Indonesia di Jakarta, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan saat menjadi pembicara di hadapan peserta Kongres HMI XXX di Auditorium Universitas Pattimura, kota Ambon, Rabu (14/2/2018), yang menyatakan bahwa PI 10 persen Blok Masela dikelola Provinsi Maluku dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bahwa kami segenap komponen yang berkoalisi dalam Masyarakat Adat Maluku yang sudah sejak dari awal dan lama bersusah payah memperjuangkan untuk mendapatkan hak partisipasi (participating interest/PI) atau kepemilikan dalam bentuk penyertaan modal daerah sebesar 10 persen (Pasal 34 ; Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004) terhadap Lapangan Gas Abadi Blok Masela.
 Hak Partisipasi (participating interest/PI) adalah hak utuh kami Masyarakat - Rakyat Maluku secara penuh, melalui Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, yang tidak dapat begitu saja dilepas atau dibagi kepemilikannya dengan pihak (Provinsi) lain, apalagi tanpa dengan persetujuan masyarakat pemilik hak wilayah yaitu Masyarakat Adat Maluku - Sukubangsa Alifuru, serta tidak setuju begitu saja dirundingkan atau di atur dan diputuskan sepihak antara Pemerintah Pusat dengan aparat Pemerintah Daerah Maluku.
 Untuk itu, dengan ini kami dengan tegas menyatakan sikap, bahwa ;
 “KAMI SEGENAP MASYARAKAT MALUKU YANG TERGABUNG DI DALAM KOALISI MASYARAKAT ADAT MALUKU - ALIFURU, UNTUK BLOK  MASELA,       MENYATAKAN DENGAN TEGAS, KAMI MENOLAK MEMBAGI 10 % HAK   PARTISIPASI (PARTICIPATING INTEREST/PI) PENGELOLAAN LAPANGAN             GAS ABADI BLOK MASELA DENGAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR”
Alasan paling utama adalah Masyarakat Provinsi Maluku yang masih berada pada level IV Provinsi Termiskin di Indonesia, masih sangat membutuhkan dana besar untuk anggaran permbangunan memnsejahterakan masyarakat Maluku.
Maluku jangan lagi di"miskin"kan dari kepemilikan atas kekayaan Sumber Daya Alam  wilayahnya, oleh adanya kebijakan yang merugikan dan tidak berkeadilan bagi rakyat Maluku.
Untuk itu PETISI ini kami sampaikan kepada para pihak untuk diketahui dan dimaklumi.

Kepada segenap komponen Masyarakat Maluku, di mana pun berada mohon dengan hormat untuk ikut serta menandatangani dan menyebarkan luaskan petisi ini.
PETISI ini dibuat dan ditanda-tangani bersama 
oleh 
Koalisi Masyarakat Adat Maluku –  Sukubangsa Alifuru
Nama ; 
Abraham Henry Tulalessy, Abdullah Pattiiha, Abe Manuputty, Abubakar Pattimura, Aleka Manuputty, Amani Manuputty, Andy Moniharapon, Andaria Nahumury, Angelique Moniharapon - Manuputty, Anak Leparissa, A.Pentury, Charlain Moniharapon, Christofol Unwakoly, Chris Muskita, Daniel Baaijens, Daniel Nahumury, Daniel Alexander Visser, David Ruben, Dommy Gustaf Ritawaemahu, Edwin Manuputty, Elias Kakisina, Eli Kapressy, Enselina Manuputty, Eric Seleky, Evano Sakbal, Evie Siaila, Fadlin Tehuayo, Fauzy Yamlean, Florian Tanasale, Francis Janssen - MM, Gatot P. Hallauw, Giovani de Kock, Gibrael Mustamu, Gaspar Akihary, Gillian Manuputty Djirlauw, George William Souhuwat, Gerenimo Matulessy, Glenda Pattipeilohy, Ida Kakisina, Idris Santi, Isaac Lumulisanaij, Jacky Corneille-Saptenno, Jair Matakena, J.J.Rumahlaiselan, James Noya, Jerry Satumalaij, Jimmy Roberto Saija, Joenoes Polnaija, Joiy Tatipata, Johan Teterissa, Josias Roberth Pattikawa, Kathleen Soplanit, Kim Leiwakabessy, Levi Polnaija, Margery Kainama, Marsha Stoker, Maxi Sasabone, Max Laritmas, Miguell Kaidel, Muhammad Yusuf Rukua, Mohammad Borut, Muhammad Thaha Pattiiha, Musa Haumahu, Naftali Manuhutu, Victor Metiary, Petra Latupeirissa, Raoul Matulessij, Ramon Ahuluheluw, Raoul Matulessij, Rick Salakory, Robert Maruanaija, Sadao Poort (Papilaja - Wattimena), Shanila Ramphal, Temuera Pasanea, Thara,Tuale Sopacua, Tara Zoe Hetharia, Omar Bernadus, Wemale Manuputty, Zenny Leatemia, Zeth Rumahtita.


Link PETISI ; 
www.change.org
https://www.change.org/p/presiden-republik-indonesia-maluku-menolak-membagi-pi-blok-masela-dengan-ntt
------------

Link tulisan saya tentang Blok Masela  ; ABADI FIELD BLOK MASELA ;
JALAN TERJAL MEREBUT HAK MALUKU