Selasa, 15 Desember 2015

BAHASA KAPATA




Suku-bangsa Alifuru 
hanya bisa diketahui sejarahnya 
melalui pemahaman tutur Bahasa Kapata
(oral story) atau disebut juga Bahasa Tanah

Bahasa Kapata 
adalah cara Alifuru 
menuliskan sejarahnya 
dalam bentuk lisan

Bahasa Kapata 
merupakan bahasa komunikasi satu arah 
sebagai kepustakaan pengetahuan 
dan perbendaharaan kekayaan intelektual 
Suku-bangsa Alifuru

Memahami Bahasa Kapata 
mengertilah dan mampu bercakap bahasa-bahasa 
komunikasi lokal Suku-bangsa Alifuru

-------------------------------------------------------------------------------

Penjelasan ; 

            Alifuru, adalah Suku-bangsa(sukubangsa) sebagai penduduk asli yang mendiami Kepulauan Maluku, Negara Indonesia,  sejak awal dari ribuan tahun yang lalu.

Tidak ada sejarah tertulis tentang sukubangsa Alifuru sebelumnya, sebab Alifuru zaman dahulu tidak mengenal atau memiliki pengetahuan tentang tulisan, tetapi mereka memiliki kemampuan pengetahuan dalam menciptakan bahasa tutur atau Bahasa Tana(h) sebagai sumber data dan kepustakaan, disebut ; "Kapata", sebutan lain ; Talili, atau Lan - Lani.

Di masyarakat sukubangsa Alifuru Kepulauan Maluku terdapat 117 bahasa lokal Alifuru sebagai alat komunikasi antar penduduk,  sedangkan yang disebut bahasa Kapata, adalah bahasa tutur yang tidak dapat dikomunikasikan antara dua pihak, hanya sebagai bahasa ungkapan sebagaimana sastra puisi atau pantun. 


Secara turun-temurun, bahasa Kapata harus dihafalkan dan kemudian diteruskan hafalan kapata dimaksud kepada anak-cucu keturunan dalam silsila-garis keturunan keluarga di tempat masing-masing berada atau bertempat tinggal. 


Fungsi dan guna bahasa Kapata, untuk mengungkapkan atau menceritakan suatu masalah, suatu kejadian, atau suatu peristiwa, sebagai suatu catatan sejarah dalam bentuk lisan atau oral story. 


Kadang hanya sepenggal kalimat Kapata, untuk sesuatu peristiwa penting dan besar, atau hanya semacam sentilan, juga istilah sebagai kalimat tanda pengingat terhadap sesuatu atau kepada seseorang. 


Sukubangsa Alifuru pernah memiliki "sejarah kelam", saat Belanda dan bangsa Eropa lainnya sebagai penjajah,  menguasai Kepulauan Maluku. Bahasa-bahasa asli penduduk Maluku oleh Penjajah dilarang penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari, bahkan bahasa Kapata kemudian banyak yang hilang, lenyap, dan terlupakan oleh sebagian sukubangsa Alifuru. Hanya sedikit orang di Maluku saat ini, yang masih bisa bertutur bahasa Kapata - selain bahasa komunikasi lokalnya sehari-hari .


Untuk bisa mengerti, memahami dan mengartikan atau menterjemahkan bahasa Kapata, maka harus lebih dahulu bisa lancar menggunakan salah satu bahasa lokal komunikasi sehari-hari masyarakat Alifuru. Bahasa komunikasi tersebut sangat beragam, dan tersebar di semua wilayah Kepulauan Maluku. Karena melalui bahasa komunikasi lokal sehari-hari, dapat dijadikan sebagai "kamus" memahami dan menterjemahkan kata dan kalimat bahasa Kapata.

Bahasa Kapata adalah catatan lisan (oral story) sukubangsa Alifuru, guna mengungkap identitas serta sejarah masa lalu, dan menjadikannya sebagai kepustakaan, sumber data rekaman secara lisan. 

Bahasa Kapata sangat "unik dan langka", tetapi menerangkan tentang kemampuan pengetahuan dan kecerdasan sukubangsa Alifuru dalam menciptakan jenis bahasa khas  Alifuru yang tidak dimiliki sukubangsa lain di dunia. 



#Alifuru_mese 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Newsletter

Cari Blog Ini