Alifuru Supamaraina: Pidato Selayang Pandang Musyawarah Besar Masyarakat Seram Selatan (Tehoru_Telutih)

Saturday, December 5, 2015

Pidato Selayang Pandang Musyawarah Besar Masyarakat Seram Selatan (Tehoru_Telutih)


Aupu Bupati Maluku Tengah , Camat Telutih, Camat Tehoru,
seuwe Aiya Tounlutih beserta staf,  dan Pengurus Besar Keluarga                      Tehoru-Telutih,
Undang, hadirin seseuwe waliwa Masyarakat Tounlutih,
dan khususnya Yama Sapoe-lalin.

Aupulu.... na a sosopam na a kokokum...
                            Na’a Suseuweko, sheiloto, heiyale, heiyon mae ete oo....                          mae ete nina yoo.......mae ete nina – nina yoo....mae
                        Mae,  nusu mae .... na’ lofuweko .... laun yama Sapoe Lalin ;                                sebagai negeri penerus yama Namasina

Alifuru, adalah nama suku-bangsa penduduk wilayah Tolulutih, Tounlutih atau Telutih hari ini. Yang membentang dari Nua huhun di kaki gunung Binaiya(Pinaiya) di barat hingga wae Pulu-Kaba di timur, dari laut pantai selatan pulau Seram Teluk Telutih hingga dataran tinggi pegunungan Manusela di utara.

Yam Waliwa Upu ana hoiloto Supa Maraina.

Pusar Alifuru, dengan gunung Murkele sebagai situs yang dikeramatkan aupulu pinantua - manla’olu hoion tunjai  mina-mina o. Alifuru, adalah identitas yang menggambarkan jati diri dan adalah jiwa orang Tounlutih, dengan sejarah panjang kehidupan yang telah dilalui masyarakat dengan segala suka dan duka, tapi sayangnya lebih banyak dukanya. 

Aupu Bupati Maluku Tengah dan hadirin yang  kami hormati.

Hari bersejarah, catatan penting peristiwa luar biasa, diukir pada hari ini.

Bahwa secara teori, tujuan pemekaran wilayah adalah : untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, peningkatan keamanan dan ketertiban, percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi, percepatan pengelolaan potensi daerah, dan agar terjadinya percepatan pembangunan ekonomi daerah.  Setidaknya, rentang kendali dalam mempercepat pencapaian tujuan dimaksud melalui peluang otonomisasi guna mengurus diri sendiri, dapat lebih diperpendek, dipersingkat.

Sulit bagi kita tidak sepakat dengan alasan ideal dimaksud, kalau saja pemekaran wilayah semata-mata dengan alasan-alasan tersebut, bukan main kemungkinan hasil positif yang dapat dicapai bagi kepentingan masyarakat Telutih.

Tentu bukan sesuatu yang mudah dan dengan singkat mencapainya. Butuh perjuangan panjang yang berat dan melelahkan, baik untuk hanya memperoleh hak otonomi maupun ketika menyelenggarakan pemerintahan otonomi pada saatnya nanti. Tetapi keinginan dan cita-cita yang menjadi nyawa rencana pemekaran ini, adalah sesuatu yang secara rasional diimpikan, dan ditunggu, bukan dinantikan. Tentu saja pemekaran wilayah harus memenuhi syarat administratif, teknis, dan fisik kewilayahan, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kebanggaan sebagai anak negeri pemilik negeri-negeri di Teluk Telutih hanya dapat ditunjukan dengan keberhasilan membuat kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik dengan terselenggaranya kesejahteraan dan kemakmuran.

Kami mengimpikan kembalinya kejayaan hidup sebagaimana yang pernah dinikmati, ketika bisa bernyanyi dan berpantun senang diujung pepohonan cengkeh dan pala. Di hutan-hutan pepohonan buah-buahan saat panen tiba.
Telutih telah lama berkontribusi secara aktif dengan hasil bumi, sumber daya alamnya, Induk Kabupaten dan Maluku serta Indonesia. Sedianya di usia 70 tahun Indonesia merdeka dan ketika melewati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober besok hari, Telutih dengan kekentalan jiwa Alifuru-nya, akan berkembang menuju perubahan yang lebih bermartabat.  Baik untuk negeri sendiri, maupun Maluku dan Indonesia.

Aupu Bupati dan hadirin yang  kami hormati.
Mae na pina sejarah, tehe’e nam pina sarita.
Mari mengukir sejarah, bukan mengarang ceritera.
Iko seseweko in’no wali wa tun-tun no, wali wa  upa ana hailoto                    Supamaraina o, kalu na iko taho na, sei hoi !

Saat ini, katong tidak lagi mengandalkan Atalai seisi penuh etalo atau vei, tetapi kemampuan rasio, karsa dan karya nyata, melalui pengabdian yang tulus penuh keihklasan.

Nam pina iyo luman o’ na via o’, nam hanue yama Tounlutih.
Belum terlambat, karena kita telah mulai melangkah dan berbuat menggapai harapan.

Selamat datang Kabupaten Seram Selatan
Selamat datang keceriaan dan kecerahan akan masa depan.

Seram selatan,

Messee !



3 comments:

  1. Aupulu tunluti taun.haiyalem ka tim initi na kae noi in ma esi lutasi,putasi telie. In poso kae pemekaran initi tao sala.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yau o a naya u taho nusu laun ki panitia ke konsorsium, a leu kae nin pinati laun yama wolu lee..... pidato hoiyoma o a pinati makae aiya hatu i bacati....
      yawa lepa ka panitia sim le...katae yem pina pemekaran niti o taho bisa jadi...kae ni persyaratan harusi na yamanolu sewwelu ki petuanan nam maue bole....yama haya o taho na mauwe ki petunan jadi yamano....hesi sin kehe esi na ning milifi ya lalahono....

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete